
Presiden Mahasiswa Undiksha Hadiri Serap Aspirasi Pemuda Buleleng Bersama Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa Wilayah Bali Utara, Kritik Ketua DPRD Soal Pengelolaan Sampah Buleleng
10 February 2026
DEMOKRASI TERTEKAN, EKONOMI TERCEKIK
24 June 2026Presiden Mahasiswa Undiksha Pimpin Konsolidasi Bali Utara, Kritik Keras Kebijakan Sampah yang Tak Kunjung Tuntas

Presiden Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Reka Ningcaya Bawa, memimpin konsolidasi terbuka bersama Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa Wilayah Bali Utara sebagai respons atas persoalan sampah yang terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026 tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat umum yang merasa resah terhadap kondisi lingkungan di Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng.

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Wilayah Bali Utara, Reka secara tegas menyoroti bahwa kebijakan pengelolaan sampah yang ada saat ini belum menunjukkan dampak nyata di lapangan. Permasalahan yang sama terus terjadi, sementara solusi yang dihadirkan belum terlihat mampu menjawab akar persoalan.
“Kalau persoalan yang sama terus berulang, maka wajar kalau publik mulai mempertanyakan, apakah kebijakan yang ada benar-benar bekerja atau hanya berhenti di atas kertas,” tegas Reka.
Forum konsolidasi ini membahas berbagai persoalan mendasar, mulai dari lemahnya implementasi kebijakan, minimnya transparansi, hingga ketidaksinkronan antara perencanaan dan kondisi nyata di lapangan.
Alih-alih menjadi solusi, kebijakan yang tidak berjalan optimal justru berpotensi menjadi bagian dari masalah itu sendiri. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Bali Utara untuk tidak lagi hanya menunggu, tetapi mulai menyusun langkah kolektif.


Di akhir kegiatan, peserta konsolidasi sepakat untuk melanjutkan gerakan melalui aksi nyata, sebagai bentuk tekanan moral sekaligus upaya membangun kesadaran publik terhadap krisis pengelolaan sampah.
Sebagai tindak lanjut, peserta juga memproduksi video ajakan kepada masyarakat luas untuk bersama-sama turun tangan menjaga lingkungan dan mengawal kebijakan agar tidak hanya menjadi formalitas.
Reka menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa terus ditoleransi sebagai isu berulang tanpa evaluasi yang serius. “Kalau kebijakan tidak memberi dampak, maka yang harus diperbaiki bukan hanya sampahnya, tetapi cara kebijakan itu dijalankan,” pungkasnya.
Ajakan tersebut dipublikasikan melalui media sosial sebagai upaya memperluas gerakan agar tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi berkembang menjadi aksi kolektif di tengah masyarakat. Video ajakan dapat diakses pada instagram @bemremaundiksha https://www.instagram.com/reel/DUo3RUYj4rT/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==
bem undiksha
